THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?

Senin, 01 Desember 2008

Persahabatan (Sahabat Sejati)


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

Brejuanglah,Jangan Pernah Menyerah!!!

Ketika kita keras terhadap kehidupan,niscaya kehidupan akan tunduk kepada kita. Sebaliknya, ketika kita lemah terhadapnya maka kita akan mudah ia kalahkan, kita jadi gampang menyerah.

Tuan dan Puan sekalian tentu mengerti bahwa jiwa manusia itu terbentuk berdasarkan bagaimana ia melewati kehidupan dan bagaimana ia memaknainya. Ada jiwa-jiwa yang kokoh bagai karang, tak goyah walau cobaan hidup datang silih berganti. Ada juga yang rapuh, mudah roboh, bagai pohon kayu yang tumbang walau terhembus angin sedikit saja. Ada yang mampu kalahkan keadaan, sebaliknya, ada juga yang mudah menyerah, cengeng, tak punya semangat juang.

Lau laa al-masyaqqoh lasaada an-naas kulluhu

“Seandainya bukan karena kesulitan hidup maka seluruh manusia akan jadi orang mulia”

Begitulah kalimat yang terlontar dari lisan al-mutanabbi (sastrawan arab tempoe doeloe) tentang makna dibalik problematika hidup. Baginya hanya orang-orang yang telah melewati pahit getirnya kehidupanlah yang ‘kan jadi orang mulia. Bukankah manusia yg paling mulia di atas muka bumi ini adalah mereka yang paling berat ujian hidupnya?! Bacalah kembali sejarah para Nabi maka tuan dan puan akan pahami. Lalu mengapa mereka begitu tegar tak tergoyahkan ?! Tak lain karena mereka punya tekad yang kuat untuk gapai cinta Ilahi.

Kita juga dapati perjuangan hidup yang dahsyat dalam biografi orang-orang besar. Salah jika kita anggap keberhasilan mereka bagai hadiah yang turun dari langit, dan simsalabim mereka sukses. Tentu saja mereka telah pernah terjatuh, terhanyut sejenak, kemudian berenang bahkan tenggelam dalam ujian. Hasil dan kebijaksanaan ditentukan di sana. Kita harus yakin bahwa Allah selalu mencintai hambanya yang gigih berjuang, tak mudah putus asa.

Jadi…. Apabila ada seorang di antara Tuan dan Puan sekalian yang saat ini sedang murung karena beratnya ujian hidup, tersenyumlah! Jangan pelihara kesedihan itu! Karena sesungguhnya Allah tengah melatih Anda untuk jadi orang yang mulia.

Apabila ada seorang di antara Tuan dan Puan sekalian yang saat ini sedang putus asa, bangkitlah! Karena sesungguhnya dalam kesulitan itu terdapat berbagai kemudahan.

Dan apabila Anda terbelenggu rasa malas lewati hari mengejar cita-cita. Cobalah lebih keras terhadap kehidupan, disiplinlah!!! Lawan dan kalahkan rasa malas itu!!! Niscaya Anda akan melihat kehidupan menjadi hamba, ia akan tunduk mempersilahkan Anda menguasainya. Jika sudah demikian adanya, maka langkah Anda menuju masa depan yang gemilang pun ‘kan jadi semakin ringan.